Pembelajaran Hybrid, Menyusahkan atau Meringankan?

Menulis Essai - LKPD 2


Pembelajaran Hybrid, Menyusahkan atau Meringankan?

Penulis : RIO NATHANAEL [ 12 MIPA 6 ]


    Hybrid learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan atau mengkombinasikan antara pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Sehingga dalam pelaksanaannya, ada kalanya peserta didik dan tenaga pendidik bertatap muka langsung di kelas. Ada kalanya melakukan pembelajaran jarak jauh.

    Setelah memahami maksud dan pengertian hybrid learning, tentu masyarakat dan orang tua siswa khususnya, bertanya mengenai apa sebenarnya manfaat diberlakukannya hybrid learning dalam proses belajar mengajar di Indonesia.

    Mengingat saat ini, hampir seluruh negara di dunia mulai menggunakan metode pembelajaran hybrid learning, maka mutu pendidikan baik di Indonesia maupun di dunia diharap mampu lebih meningkat bahkan membantu menghadapi era digital yang semakin maju. Oleh sebab itu, berlakunya metode hybrid learning memiliki manfaat, salah satunya yaitu lebih efektif, efisien, tren belahar masa depan, dan mendukung keterampilan digital. Tapi apakah semua siswa merasa cukuo dengan adanya hybrid learning?

    Sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka (PTM), muncul berbagai pro dan kontra mengenai aturan dan ketetapan tersebut. Bahkan, berbagai pro dan kontra tersebut berangkat dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berjalan dan dinilai kurang efektif. Tak hanya itu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin disebut tidak efektif karena berisiko menimbulkan berbagai masalah lain pada siswa, salah satunya timbulnya psikososial siswa. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga menimbulkan masalah lain yang cukup serius. Beberapa siswa dan orang tua siswa mengeluhkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi.

    Dilihat dari situasi ini, siswa yang berhasil melewati PJJ dan PTM secara efektif adalah siswa yang cepat dalam beradaptasi. Bagaimana siswa tersebut dapat cepat tanggap terhadap situasi ini dan memikirkan jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada. Dan bagi siswa yang lambat dalam beradaptasi dan belum menyadari situasi yang ada maka akan terjadi masalah besar. Siswa yang cepat beradaptasi akan mencari jalan keluar dari setiap masalah yang mereka alami secara mandiri. Contohnya saja jika mereka kesulitan memahami materi yang ada, mereka yang cepat tanggap akan mencari materi dari berbagai sumber (internet, youtube, buku, dll), bertanya kepada guru maupun teman dan memahaminya. Sedangkan bagi siswa yang kurang tanggap akan membiarkan begitu saja dan tidak akan memahami materi tersebut dengan baik. Siswa yang seperti ini hanya menunggu arahan dari guru dan kurang memiliki inisiatif.

    Dibalik semua kekurangan, hybrid learning bisa berjalan dengan lancar asalkan adanya kerjasama antara kedua belah pihak. Guru harus memahami kebutuhan siswa dan siswa harus tahu kapasitas diri. Guru harus paham bahwa siswa mengalami psikososial selama kurang lebih 2 tahun sehingga terlihat kurang aktif di dalam kelas, bukan karena tidak paham, tapi lupa akan rasa percaya diri. Siswa harus memanfaatkan setiao waktu yang diberikan oleh guru karena waktu pembelajaran yang diberikan sangat terbatas.

    Mampu beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan. Survive bukan yang paling kuat atau yang paling cerdas, tapi yang paling adaptif. Sekolah adalah peluang kenikmatan sekaligus tanggungjawab. Siswa adalah anak anak muda pilihan yang berkesempatan menggali dalamnya sumber ilmu pengetahuan. Sekolah bukan hanya soal nilai, tapi perjalanan. Apapun keadaanya, kita semua harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan kualitas diri

Comments

  1. Menurut saya judul teks essai ini sudah menggambarkan isi. Struktur teks nya sudah lengkap. Selain argumen dari penulis, terdapat infomasi-informasi yang tidak kalah penting terkait topik yang dibahas. Penggunaan bahasa yang baku tetapi masih mudah untuk dipahami. Kalimat persuasif pada paragraf terakgir membuat pembaca lebih paham makna dari essai ini

    Terdapat beberapa kesalahan pengetikan di paragraf ke-3. Seharusnya lebih diperhatikan lagi

    ReplyDelete

Post a Comment