IRONISNYA TNI AL

IRONISNYA TNI AL


NAMA                   = RIO NATHANAEL

KELAS / ABSEN  = XII MIPA 6 / 28


        TNI AL yang seharusnya menjaga perbatasan kelautan antara Indonesia dengan negara - negara tetangga malah melakukan pemerasan kepada kapal asing yang berlabuh di dekat Singapura. COVID telah mencekik Selat Singapura, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, membuat ratusan kapal tanker minyak & kapal kargo berhenti di perairan terdekat. Angkatan Laut Indonesia melihat peluang menghasilkan uang. 

        Peluang apa yang dilihat oleh TNI AL? Sekitar 30 pemilik kapal telah melakukan pembayaran masing-masing sekitar $250.000 - $300.000 ( sekitar Rp. 4,2 miliar ) untuk membebaskan kapal yang ditahan oleh angkatan laut Indonesia, yang katanya mereka berlabuh secara ilegal di perairan Indonesia dekat Singapura. Namun ada yang mengatakan bahwa mereka berlabuh pada zona perairan Singapura. 

        Mengapa kru kapal rela membayar uang sebesar itu? Karena bagi kru kapal, membayar jauh lebih murah daripada berpotensi kehilangan pendapatan ratusan juta dolar dari pengangkutan kargo berharga, seperti minyak atau baja.  Banyak sumber termasuk pemilik kapal, awak kapal dan sumber keamanan maritim yang semuanya terlibat dalam penahanan dan pembayaran, mengatakan mereka melakukan pembayaran secara tunai kepada perwira angkatan laut atau melalui transfer bank ke perantara yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka mewakili angkatan laut Indonesia. 

        Laksamana Muda Arsyad Abdullah, komandan armada angkatan laut Indonesia untuk wilayah tersebut, mengatakan dalam tanggapan tertulis atas pertanyaan Reuters bahwa tidak ada pembayaran yang dilakukan kepada angkatan laut dan mereka juga tidak mempekerjakan perantara dalam kasus hukum. Dikatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir terjadi peningkatan jumlah penahanan kapal karena berlabuh tanpa izin di perairan Indonesia, menyimpang dari jalur pelayaran, atau berhenti di tengah jalur untuk waktu yang tidak wajar. Semua penahanan itu sesuai dengan hukum Indonesia, kata Abdullah.  

        Angkatan laut berhak untuk melindungi perairannya tetapi jika sebuah kapal ditahan, maka beberapa bentuk penuntutan harus dilakukan. Namun dalam situasi di mana angkatan laut Indonesia tampaknya menahan kapal-kapal dengan maksud memeras uang, sulit untuk melihat bagaimana penahanan semacam itu bisa sah. 

        Menyebarnya isu ini, jangan sampai membuat nama baik TNI AL menjadi buruk di mata masyarakat maupun di mata kancah militer Internasional. Sumber yang menyebarkan isu tersebut menolak untuk memberitahu narasumbernya untuk menjaga privasi, karena ini kenyataan dari isu ini masih menjadi tanda tanya besar.

        Kasus TNI AL ini harus segera diselediki benar atau tidaknya. Dampak isu ini dapat merusak nama baik TNI AL di Asia Tenggara karena Indonesia merupakan militer terdepan di kawasan tersebut. Hal ini dapat berdampak akan rasa percaya negara - negara Asia Tenggara lain kepada TNI Indonesia.



Sumber :

  • https://twitter.com/JoeReuters/status/1460056813802459137
  • https://www.reuters.com/world/asia-pacific/shipowners-make-payoffs-free-vessels-held-by-indonesian-navy-near-singapore-2021-11-14/
  • https://www.abc.net.au/indonesian/2021-11-15/puluhan-pemilik-kapal-membayar-ke-tni-al/100621488


        

Comments